World Leprosy Day 2017 RSUD Kelet Provinsi Jawa Tengah

JEPARA, Joko_donorojo – RSUD Kelet Jepara menggelar acara peringatan Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) 2017 siang tadi. Peringatan kali ini RSUD Kelet Jepara mengambil tema “Kusta: Temukan Dini, Tidak Ada Cacat, Tidak Ada Stigma (Leprosy: Early Detection , No Disabillity, No Stigma) “. Peringatan hari kusta ini dijadikan momentum untuk mengingatkan bahwa Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) memerlukan perhatian seluruh masyarakat.

Diharapkan dengan peringatan Hari Kusta ini masyarakat dapat lebih peduli dengan OYPMK serta menghapuskan diskriminasi terhadap penderita kusta, kata Direktur RSUD Kelet dalam keterangan resminya,RabuĀ  ( 25 Januari 2017).

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini RSUD Kelet menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan KKN UNS Surakarta mengadakan World Leprosy Day secara sederhana, tetapi cukup meriah yakni dengan acara potong tumpeng. Dalam acara tersebut Hadir Ibu Riptieni Tri Lutiarsi SKM, M.Kes selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Fakhrudin Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Para Pengelola Program Kusta, Radio Elshinta Semarang, pemuka agama dan tokoh masyarakat. Uniknya lagi diselipkan dalam acara tersebut ada motivasi rohani dan doa bersama yang dibawakan oleh Ustadz Bp. H. Hendrik.

Kegiatan ditutup dengan Pemberian bantuan sembako kepada 70 pasien kusta yang dirawat di unit rehabilitasi kusta Donorojo dilanjut hospital tour bersama para tamu undangan keliling bangsal untuk mengetahui kondisi nyata di rawat inap di Unit Rehabilitasi Kusta Donorojo.

Kegiatan World Leprosy Day ini menurut Joko Winarno S.Kep M.Kes insya allah akan dilanjut dengan kegiatan advokasi ke Kabupaten Demak Kamis besok 26 Januari 2017. Adapun rangkaian kegiatan World Leprosy Day ini dengan tujuan; 1) Menghilangkan stigma kusta dan diskrimninasi kusta 2) Meningkatkan kepedulian mitra termasuk orang yang pernah mengalami kusta dalam mencapai status eliminasi kusta pada tingkat propinsi dan kabupaten/kota, 3) Promosi Pencegahan kecacatan kusta sebagai upaya peningkatkan produktivitas kerja, 4) Meningkatkan dukungan politis program penanggulangan kusta sebagai gerakan social, 5) Menumbuhkan kesadaran stake holder terhadap pembiayaan kusta agar semua pasien kusta kurang mampu masuk ke dalam pembiayaan KIS (Kartu Indonsesia Sehat) yang dijamin oleh pemerintah setempat.

Acara berakhir sekitar PukulĀ  14.00 Wib dan semoga kegiatan ini menjadikan RSUD Kelet sahabat terpercaya menuju sehat tetap eksis dan ada dihati masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *