Kiat Sukses Menghadapi Tes Psikometri Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Pendahuluan

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang No.13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji maka Petugas Kesehatan Haji Indones ia (PKHI ) harus memenuhi persyaratan kompetensi, pengalaman, integritas dan dedikasi yang dilakukan melalui seleksi secara profesional, oleh karena itu pelaksanaan rekrutmen PKHI dilaksanakan berdasarkan asas keadilan, transparan, profesionalitas, dan akuntabilitas.

Dalam rangka pelaksanaan ibadah haji Tahun 2017, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan rangkaian kegiatan seleksi calon petugas kesehatan haji Indonesia, Saat ini proses seleksi telah sampai pada pemeriksaan berkas persyaratan calon PKHI oleh tim rekrutmen, apabila berkas yang dikirimkan oleh peserta valid dan memenuhi syarat maka peserta seleksi akan mendapatkan undangan melalui akun masing masing untuk melakukan tes psikometri di rumah sakit yang telah di tunjuk oleh pemerintah.

Tes Psikometri

Tes Psikometri adalah cara mengukur (kuantifikasi) aspek kemampuan mental seseorang calon PKHI dengan menggunakan alat ukur yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan jiwa serta sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional rumah sakit. Tujuan dari tes psikometri sesuai pasal 3 Peraturan Menteri Kesehatan nomor 25 Tahun 2013 adalah untuk mendapatkan calon PKHI ya n g berperilaku mulia (akhlaqul karimah), berdedikasi tinggi, bertanggung jawab, berintegritas, memiliki mental yang baik, tidak memiliki kecenderungan psikopatologi (gangguan jiwa), memiliki ego strength (kemampuan menyelesaikan masalah), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik, jadi didalam tes psikometri akan diukur aspek-aspek psikopatologis dan psikologis peserta seleksi untuk memilih calon PKHI berdasarkan kriteria tersebut diatas serta memprediksi kemungkinan kemampuan yang menunjang keberhasilan dan keterbatasan yang dapat mengakibatkan kegagalan calon PKHI dalam melaksanakan tugas pembinaan, perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji Indonesia.

Instrumen Tes Psikometri

Alat-alat tes yang biasa digunakan untuk mengukur aspek psikopatologis adalah The Minnesota Multiphasic Personality Inventory – 2 (MMPI-2) / Tes Kesehatan Mental Indonesia (TKMI) dan interview / wawancara dengan psikiater, untuk mengukur aspek kemampuan inteligensia digunakan tes Cultural Fire Integrasion Test (CFIT) / Standart Progresif Matriks (SPM) / Tes Intelegensia Umum (TIU), sedangkan alat-alat tes yang biasa digunakan untuk mengukur aspek keperibadian adalah : Papi costik /Wartegg dan Grafis.

MMPI-2 dan TKMI berisi pernyataan-pernyataan yang harus dijawab oleh peserta apakah dia setuju / berlaku / cocok dengan pernyatan tersebut ataukah tidak setuju / tidak berlaku/ atau tidak cocok dengan pernyataan tersebut. Peserta harus menjawab dengan konsisten dan jujur apa adanya, apabila peserta menjawab tidak konsisten dan hanya menunjukkan kesan yang baik dalam tes maka hasilnya tidak valid. Hasil tes MMPI ini akan dipadukan dengan wawancara langsung dengan psikiater untuk menegakkan diagnosis / kondisi kesehatan jiwa peserta.

CFIT, SPM atau TIU adalah tes untuk mengukur intelegensia seorang, peserta diminta memilih gambar yang cocok / urutan gambar yang sudah disediakan dalam waktu tertentu. Kecepatan dan ketepatan menjawab dalam durasi waktu yang ditentukan menggambarkan tingkat intelegensia seseorang.

Karena sebagian besar tugas PKHI dilakukan di Negara Arab Saudi dengan tata aturan hukum yang berbeda dengan Negara Indonesia, ditambah dengan permasalahan yang sangat komplek, maka pemerintah mensyaratkan petugas haji untuk memiliki kepribadian yang matang serta kecerdasan emosional. Tes papicostik / wartegg dan grafis digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang, di dalam papicostik peserta diminta memilih satu dari dua pernyataan, dalam tes wartegg peserta diminta melanjutkan sebuah coretan menjadi sebuah gambar yang bermakna dan didalam tes grafis peserta diminta menggambar benda-benda tertentu. Dengan instrumen ini akan diukur daya tahan terhadap stress, integritas, kapasitas kerja, kemampuan adaptasi dan tanggung jawab seseorang.

Prosedur Tes Psikometri

Pertama peserta tes diminta untuk mengerjakan MMPI dengan waktu maksimal 120 menit, kemudian lembar jawab peserta di entry kedalam software, apabila hasilnya valid/ dapat diinterpretasi oleh sistem maka dilanjutkan wawancara dengan psikiater, apabila hasilnya tidak valid / tidak bisa di interpretasi peserta diminta untuk mengulang tes MMPI kembali.

Setelah wawancara peserta melanjutkan rangkaian tes psikologi untuk menilai tingkat intelegensia dan kepribadian peserta tes, waktu yang dibutuhkan sekitar 90 menit.

Interpretasi Tes

Hasil tes MMPI menjadi kunci utama apakah peserta tes direkomendasikan untuk menjadi PKHI atau tidak, apabila hasil MMPI tidak valid peserta diminta mengulang tes satu kali lagi, apabila hasil tes ulangan masih tidak valid lagi, menunjukkan bahwa peserta tes tidak jujur menjawab apa adanya sehingga peserta tidak direkomendasikan untuk menjadi calon PKHI.

Apabila hasil MMPI valid dan dapat di interpretasi oleh sistem tetapi terdapat gejala gangguan jiwa ringan atau bahkan terdapat psikopatologi yang nyata maka peserta juga tidak direkomendasikan untuk menjadi calon PKHI, rekomendasi akan diberikan kepada peserta yang sehat jiwa atau kapasitas mentalnya berfungsi secara optimal.

Hasil pengukuran aspek psikologis digunakan sebagai grading / rangking untuk peserta tes yang sehat jiwa / direkomendasikan menjadi calon PKHI. Apabila peserta tes terdapat gangguan jiwa ringan atau psikopatologi yang nyata , maka hasil tes psikologi ini tidak lagi digunakan. Skoring hasil aspek psikologis dihitung menggunakan range skor antara 1 sampai 5. Hasil pertama yaitu “Sangat Kurang” mempunyai skor 1, “Kurang” mempunyai skor 2, “Cukup” mempunyai skor 3, “Baik” mempunyai skor 4 serta “Sangat Baik” mempunyai skor 5. Penghitungan Total skor dilakukan dengan menjumlahkan hasil 6 aspek psikologis yang diukur (Kemampuan umum, daya tahan terhadap stress, integritas, kapasitas kerja, kemampuan adaptasi dan tanggung jawab). Hasil skor total akan memperoleh range skor antara 6 / minimal sampai 30 / maksimal.

Kiat Sukses Tes Psikometri

Setelah anda mendapatkan undangan untuk melakukan tes psikometri segera pilih rumah sakit tempat tes, konfirmasi kepada petugas rumah sakit pilihan untuk mendapatkan jadwal pelaksanaan tes.

Rumah sakit pelaksana tes ada yang menerapkan tes psikometri calon PKHI sebagaimana pelayanan regular di poli rawat jalan, tetapi sebagian rumah sakit mendesain khusus pelayanan tes psikometri PKHI ini dalam one gate service sehingga pelaksanaan tes terintegrasi dalam satu tempat yang nyaman dan bisa dilakukan bersama sama antara 70 sampai 80 orang dalam satu hari.

Karena pelaksanaan tes membutuhkan waktu antara 4-5 jam, maka persiapkan fisik anda dalam kondisi prima dan mental anda dalam suasana rilek. Disarankan datang lebih awal untuk registrasi dan persiapan tes, jangan sampai terlambat, karena sebelum tes akan diberikan petunjuk tata cara pelaksanaan tes.

Bawalah print out undangan tes, foto copy KTP, meterai 6000, serta alat tulis pensil 2 B dan penghapus, boleh membawa air minum kedalam ruangan tes, tetapi tidak diperkenankan mengaktifkan semua jenis alat komunikasi pada saat pelaksanaan tes.

Untuk Tes MMPI, jawab semua pernyataan jangan sampai ada yang terlewatkan, jawablah apa adanya sesuai dengan diri anda, jangan hanya menunjukkan kesan yang baik dalam tes, content pernyataan dalam tes MMPI diulang ulang dalam kalimat yang berbeda, pastikan anda konsisten dalam menjawab, tidak perlu banyak petimbangan untuk memilih jawaban dalam pernyataan, jawab sesuai dengan kondisi yang anda rasakan.

Saat wawancara anda akan diamati mulai penampilan masuk ruangan sampai terminasi, psikiater akan melakukan indept interview dari hasil print out MMPI anda, menanyakan motivasi anda mendaftar TKHI, aktifitas kehidupan sosial dan fungsi pekerjaan anda, citrakan anda sebagai seseorang yang supel, ramah, dan percaya diri, gunakan gestur untuk memperkuat jawaban yang anda sampaikan.

Untuk tes intelegensia anda dapat berlatih dahulu dengan mencari literatur di buku buku atau di internet, berlatih sangat membantu dalam mengerjakan tes ini, karena metode tes dibatasi waktu yang relatif cepat.

Untuk tes grafis gambarlah sebuah benda sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh psikolog, gambarlah dengan lengkap dan gambar dapat di interpretasi dengan mudah, jangan ragu dalam membuat coretan, dari gambar yang anda buat anda dapat dinilai dalam kecintaan terhadap profesi atau tugas yang akan anda jalani.

Untuk dapat direkomendasikan menjadi Calon PKHI, anda harus benar benar sehat jiwa, artinya dalam hasil tes psikometri anda tidak boleh terdeteksi adanya gejala gejala gangguan jiwa, antara lain kecemasan, Hipokondria, depresi, hysteria, psikopatik deviasi, paranoid, psikastenia, skizofrenia, serta hipomania.

Untuk teman sejawat perawat se Jawa Tengah yang sedang mengikuti seleksi PKHI 2017 selamat mengikuti proses rekrutmen, semoga Allah mengabulkan niat teman sejawat untuk menjadi pembina, pelindung dan pelayan tamu-tamu Allah.

Mustaqin
Perawat RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.
Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang.

One thought on “Kiat Sukses Menghadapi Tes Psikometri Calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia

  • March 7, 2017 at 8:58 pm
    Permalink

    Alhamdulillah…materi yg bagus

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *